"Kalau sawit itu setiap tahun berbuah. Pada saat dia umur 25 tahun, terjadi replanting untuk tanam baru lagi. Tapi kalau nikel, emang bisa berbuah dalam tanah itu? Jadi kalau diambil, habis, ya enggak bisa berbuah lagi. Jadi pengelolaannya betul-betul harus dengan bijaksana," ujarnya.

Terpisah, Dirjen Minerba Tri Winarno membenarkan bahwa Kementerian ESDM bakal berencana memangkas kuota produksi nikel tahun depan. Meski begitu, dirinya belum memberikan detail pemangkasan tersebut.

"(Pangkas kuota produksi) Tahun depan. (Hitungannya berapa, Pak?) Baru disampaikan tadi," tutur Tri.