Jumlah PHK sempat menurun setelah 2020 seiring berkurangnya populasi Singapura akibat pembatasan perjalanan dan hilangnya pekerjaan. Hal itu mendorong pekerja asing meninggalkan pusat bisnis tersebut sehingga menciptakan pasar tenaga kerja yang lebih ketat.
Tingkat pengangguran keseluruhan di Singapura tetap stabil di angka 2% pada September 2026. Meski demikian, tingkat pengangguran bagi penduduk lokal dan warga negara Singapura masing-masing naik tipis menjadi 3% dan 3,1%, dari sebelumnya 2,9% dan 3% pada Agustus 2026.
Pemerintah Singapura mencatat proporsi perusahaan yang berencana melakukan PHK dalam tiga bulan ke depan mencapai 3,1%. Angka itu meningkat tipis dari 2,8% pada bulan sebelumnya.