Pihak NEA menjelaskan bahwa arah angin menjadi faktor utama pergerakan kabut asap dari Indonesia.

Dalam pembaruan 17 Oktober, NEA menyebut angin tenggara membawa asap kebakaran dari Kalimantan menuju Singapura. Asap juga terpantau di Sumatra.

Untuk Senin (19/10/2026), NEA memperkirakan PSI berada pada kisaran 100-190. Artinya, kualitas udara masih berpotensi masuk kategori tidak sehat.

Karhutla tahun ini diperparah kondisi kekeringan akibat El Niño. Kebakaran lahan gambut juga menjadi tantangan karena api dapat membara di bawah permukaan tanah, menghasilkan asap pekat yang sulit dikendalikan.

Pakar ilmu atmosfer dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Wang Jingyu, mengatakan Asia Tenggara tengah menghadapi fenomena Super El Niño yang memperparah kekeringan.

"Karena fenomena Super El Niño yang melanda seluruh Asia Tenggara, suhu permukaan laut lebih dingin dari biasanya," kata Wang kepada AFP.

Menurutnya, suhu laut yang lebih rendah mengurangi penguapan sehingga pasokan uap air untuk pembentukan hujan menjadi terbatas.