"Curah hujan tidak mencukupi. Api sulit dipadamkan," jelasnya.

Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh banyaknya sistem topan di wilayah Asia Timur. Wang menggambarkan topan seperti spons yang menyerap kelembapan dan mengalihkannya dari wilayah terdampak kebakaran.

Akibatnya, kawasan yang membutuhkan hujan untuk membantu memadamkan api justru mengalami kekurangan curah hujan.

Pemerintah Singapura mulai mengambil tindakan terhadap perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran penyebab kabut asap.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengungkapkan bahwa pihaknya mengidentifikasi tujuh perusahaan di Indonesia yang lahannya diduga menjadi sumber sebagian asap yang mencapai Singapura.

"Penyelidikan kami sejauh ini menunjukkan bahwa sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan tujuh perusahaan di Indonesia," kata Fu, sebagaimana dikutip AFP.

Pemerintah Singapura berencana mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan tersebut agar segera menangani kebakaran dan menyerahkan rencana pencegahan.