Dari total 400 orang yang dipantau, sebanyak 40 orang membutuhkan observasi lanjutan hingga siang hari. Hingga sore hari, jumlah siswa yang masih menjalani observasi tersisa 13 orang.
Tysa mengatakan BGN tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan para penerima manfaat tersebut. Namun, ia mengatakan jumlah yang diobservasi tersebut ada 13 orang dari total 2 ribu lebih penerima MBG di Dramaga, Bogor.
"Kami tentu tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan para penerima manfaat itu, tapi dari data yang kami dapatkan, saat ini ada 13 orang yang masih diobservasi di rumah sakit terdekat dari total 2 ribu lebih penerima manfaat dari dua sekolah di Dramaga, di Bogor," ujar Tysa.
Adapun Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan sebagian besar siswa SMP yang keracunan sudah dipulangkan karena kondisi sudah membaik.
"Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan," kata Rudy mengutip NadiKabar, Selasa (27/10).
Rudy menyebutkan siswa yang diduga keracunan sebagian besar ditangani tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok dan sejumlah orang sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit.
Dia memastikan seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas, maupun di rumah sakit swasta yang merupakan rumah sakit rujukan dari Puskesmas Cangkurawok.