Dengan demikian, dia menilai arah kebijakan bank sentral yang pro dengan pertumbuhan ekonomi bukan bentuk penyimpanan dari mandat BI. Dia menilai, langkah ini menjadi pelaksanaan utuh dari mandat bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Solikin menegaskan stabilitas menjadi fondasi pertumbuhan, sementara pertumbuhan membuka lebih banyak lapangan kerja. Di sisi lain, inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial. Ketiganya saling berkaitan dan pada akhirnya turut memperkuat stabilitas ekonomi.

"Dalam praktik kebijakan kita sering dihadapkan kepada dilema, seolah-olah terdapat pilihan yang dilematis, mau pertumbuhan atau stabilitas, mau inklusif atau efisiensi. Saya berpandangan bahwa framing tersebut perlu kita luruskan bersama," tegas Solikin.

Solikin pun menawarkan konsep SEMANGKA Nusantara yang diklaim sejalan dengan Asta Cita. Konsep ini dibagi menjadi tiga kebijakan utama. Pertama, S-E-M-A menjadi jangkar kebijakan. Kedua, N dan G berperan sebagai mesin transformasi. Sementara K-A menjadi pengungkit dalam implementasinya.