Terdapat delapan strategis kebijakan yang dituangkan dalam konsep SEMANGKA Nusantara, yakni stabilitas dinamis untuk pertumbuhan berkelanjutan, efektivitas kebijakan moneter dan yang pro pasar, kebijakan makroprudensial yang adaptif, inovatif dan pro pertumbuhan.

Kemudian ada juga akselerasi pendalaman pasar keuangan, navigasi ekonomi keuangan inklusif termasuk layanan berbasis syariah, gerak cepat digitalisasi sistem pembayaran, kelembagaan BI yang kredibel dan bertata kelola, serta aksi bersama dan sinergi kebijakan nasional.

"Pada akhirnya, salah satu yang terpenting adalah bahwa BI tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah, DPR RI khususnya Komisi XI, KSSK, industri dan masyarakat, akan terus kami perkuat ke depan. Sinergi bukan berarti mengaburkan makna independensi dan tatanan kelembagaan masing-masing institusi," pungkas Solikin.