NADIKABAR.COM — Seorang oknum guru di Bandar Kedungmulyo, Jombang berinisial SMD (60) dilaporkan mantan siswinya ke polisi karena diduga melakukan pemerkosaan hingga 13 kali. Korban diketahui diduga diperkosa saat masih duduk di bangku SMA atau masih berusia 16 tahun.

Pengacara Korban, Wahju Prijo Djatmiko menuturkan, kliennya kini telah berusia 19 tahun. Korban baru berani lapor ke polisi karena masih mengalami trauma berat dan diketahui bos tempat kerjanya. Karena hal ini bos korban kemudian mendukungnya untuk lapor polisi.

Didampingi orang tuanya, korban kemudian resmi melaporkan kasus yang menimpanya pada pada 8 Agustus 2026. Dalam laporannya, korban melaporkan terkait dugaan persetubuhan terhadap anak Pasal 81 Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Sudah dilaporkan di Polres Jombang dan polisi sudah (melakukan penanganan) sesuai dengan prosedurnya," kata Wahju kepada NadiKabar, Selasa (8/9/2026).

Wahju mengungkapkan sosok pelaku sebenarnya sudah saling kenal dengan keluarga korban. Sebab, selain menjadi guru, pelaku juga kerap ceramah agama dan memberi air yang telah diberi doa kepada keluarga korban. Karena hal ini lah, baik korban dan keluarganya segan terhadap pelaku.

"Dia (SMD) kan memang suka ceramah agama. Suka memberikan air doa ke keluarga korban. Berarti ada hubungan kaya guru spiritual gitu," terang Wahju.

Menurut Wahju, pelaku juga merupakan wali kelas korban saat di jenjang SMP. Sekolah jenjang SMP dan SMA itu juga diketahui masih satu kompleks di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Namun hubungan tersebut itu, lanjut Wahju, malah dimanfaatkan pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnyanya kepada korban. Saat itu, pelaku meminta korban untuk datang ke rumahnya bersama dua temannya pada sekitar bulan September 2023.

Pelaku lantas menyuruh dua temannya keluar untuk membeli makan sebagai modus untuk mengusir. Saat itulah pelaku melancarkan perbuatan cabulnya dengan menarik paksa korban ke kamar tidurnya.

"Kadang korban dikasih duit, setelahnya dikasih duit Rp 30.000, diberikan makanan, seperti seblak. Kalau bawa teman, temannya disuruh beli makanan yang jauh-jauh gitu," ungkapnya.

Perbuatan cabul tersebut, diduga terus diulangi oleh pelaku. Tak hanya di rumahnya, namun juga di semak-semak pinggir rel kereta api, bahkan di kantor sekolah hingga sekitar 13 kali.

"Terus kejadian berulang-ulang, ada yang dilakukan bahkan di kantor MTs-nya, ada di tepi jalan kereta api di semak-semak. Sampai dimasukkan (SMD diduga menyetubuhi korban) itu kira-kira persetubuhan ke-11, 12, 13 dimasukkan. Jadi, totalnya 13 kali, yang terakhir sekitar Agustus 2024," tandasnya.

Sebelumnya, oknum guru berinisial SMD (60) dilaporkan ke Polres Jombang karena diduga memperkosa eks siswinya hingga 13 kali. Korban baru melaporkan perbuatan pelaku setelah lulus sekolah karena mengalami trauma berat meski kejadian sudah berlalu.