NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah membatasi akses Ukraina ke jaringan pendamping Starlink, Starshield. Jaringan tersebut membatasi kecepatan drone sehingga menghambat kemampuan Ukraina melindungi diri dari serangan Rusia.

"Itu bukan saya dan saya rasa juga bukan (pemilik Starlink) Elon (Musk)," ujar Trump, beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kecepatan normal belum juga pulih.

Musk sendiri mengisyaratkan pemerintah AS berada di balik pembatasan tersebut, sementara kantor berita Reuters melaporkan perintah itu datang dari dalam Gedung Putih.

Ukraina dihantam beberapa serangan mematikan menyusul pelambatan jaringan. Starlink adalah jaringan internet kecepatan tinggi untuk penggunaan sipil yang dioperasikan perusahaan milik Musk, SpaceX. Starshield, yang mengandalkan infrastruktur Starlink, adalah versi khusus militer yang dirancang untuk Pentagon.

Sejak invasi Rusia di 2022, Ukraina menggunakan internet Starlink. Dengannya, militer dapat terus berkomunikasi dan bertukar data, bahkan ketika infrastruktur atau jaringan telepon seluler lumpuh.

Sekitar 50.000 terminal Starlink digunakan di Ukraina tahun 2025. Terminal ini merupakan perangkat penerima dan pemancar khusus dari sistem tersebut, memungkinkan komunikasi di medan perang. Terminal-terminal ini juga dipakai untuk menyampaikan perintah dan menerima rekaman drone.

Istilah Starlink dan Starshield sering digunakan. Nah, Starlink adalah layanan internet satelit komersial SpaceX, sedangkan Starshield untuk penggunaan pemerintah dan militer.