Laporan pembatasan terbaru tampaknya terutama menyangkut sistem yang digunakan untuk tujuan militer. Elon Musk menyebut Starshield dikendalikan pemerintah AS, sedangkan Starlink yang komersial dioperasikan SpaceX.

Selain untuk komunikasi, Starlink utamanya digunakan untuk operasi drone. Sistem ini menyediakan koneksi internet untuk drone darat, laut, dan udara.

Koneksi ini berarti rekaman video dapat ditransmisikan hampir seketika, sementara drone dapat dikendalikan jarak jauh. Ukraina menggunakan sistem ini untuk pengintaian dan serangan jauh di belakang garis musuh.

Menurut ETH Zurich, gambar dan koordinat GPS dari posisi Rusia juga ditransmisikan melalui saluran komunikasi ini. Data tersebut dikirim ke unit artileri dan digunakan untuk mengoordinasikan operasi militer.

Menurut media Ukraina, SpaceX memberlakukan pembatasan kecepatan untuk terminal Starlink hingga sekitar 160 kilometer per jam. Pembatasan itu berimbas pada drone Ukraina yang bergerak cepat, beberapa di antaranya melaju hingga 300 kilometer per jam.

Jika koneksi ke drone terputus, rekaman video langsung tidak dapat lagi ditransmisikan dan sistem tidak dapat lagi dikendalikan real time. Akibatnya, drone melanjutkan misi dalam keadaan terbang buta.