Bantuan pangan reguler periode Juli-September dialokasikan kepada 861.510 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total 25.579 ton senilai Rp 358,1 miliar. Sementara bantuan pangan untuk penanganan bencana alam mencapai 861,5 ton dengan nilai Rp 12,1 miliar.
Khusus di lima kabupaten yang terdampak gempa, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo, total bantuan pangan dan bantuan penanganan bencana mencapai 6.673,2 ton dengan nilai Rp 93,5 miliar. Jumlah itu terdiri atas bantuan pangan reguler sebanyak 5.811,7 ton senilai Rp 81,4 miliar dan bantuan pangan untuk penanganan bencana sebanyak 861,5 ton senilai Rp 12,1 miliar.
Amran menegaskan, pemerintah memiliki cadangan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Di NTT, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 39.000 ton, sementara kebutuhan bagi sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan sekitar 300 ton per bulan.
"Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya," ujar Amran.
Menurut Amran, penyaluran bantuan tidak harus menunggu proses administrasi dari pusat apabila kebutuhan di lapangan sudah mendesak. Posko dan tim Bapanas di daerah diminta memastikan distribusi berjalan cepat dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.