NADIKABAR.COM — Sebuah studi mengungkap krisis iklim dapat mengubah bentuk Bumi secara bertahap menjadi semakin bulat. Kenapa fenomena ini bisa terjadi?

Bumi sebenarnya tidak berbentuk bola sempurna. Akibat rotasinya, Bumi sedikit lebih pipih di bagian kutub dan menggembung di bagian ekuator.

Temuan terbaru yang diterbitkan oleh jurnal JGR Solid Earth pada 9 September 2026 mengungkap bahwa Bumi kini semakin bulat dengan laju semakin cepat. Perubahan ini sebagian besar dipengaruhi oleh pergeseran akibat mencairnya lapisan es di kutub.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia berperan terhadap perubahan bentuk Bumi.

Sebagai catatan, temuan ini hanya berlaku pada bagian padat Bumi. Sementara itu, lautan tetap mengalami penggembungan ke arah luar di sekitar garis khatulistiwa.

Mengutip Live Science, penelitian ini menggunakan pengukuran langsung dari Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk melacak perubahan bentuk Bumi dari waktu ke waktu. Sistem tersebut dapat memberikan pengukuran secara langsung, namun penggunaannya masih memiliki keterbatasan.

Sebagai contoh, hanya ada sedikit stasiun GNSS di dekat Kutub Utara dan Kutub Selatan. Jumlah stasiun di lautan terpencil juga terbatas karena perangkat tersebut harus dipasang pada pelampung.

Chistofros Kotsakis, profesor geodesi di Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, mengembangkan metode baru untuk menganalisis data GNSS agar perubahan pada permukaan Bumi dapat terpantau dengan lebih baik.