Hasil penelitiannya menunjukkan wilayah kutub mengalami kenaikan permukaan, sementara penggembungan di sektiar khatulistiwa semakin berkurang. Keduanya mengalami perubahan sekitar 0,04 inci atau sekitar 1 milimeter per tahun selama periode 2011 hingga 2015.
Angka tersebut dinilai tergolong kecil jika dibandingkan dengan diameter Bumi di bagian khatulistiwa yang mencapai sekitar 12.756 kilometer.
Meski demikian, perubahan ini lebih besar dibandingkan periode tahun 1997 hingga 2000. Kala itu, Bumi menjadi semakin bulat dengan laju sekitar 0,02 inci atau sekitar 0,5 milimeter per tahun.
Alhasil, setiap dekade yang berlalu, laju perubahan bentuk Bumi semakin bulat bertambah sekitar 0,016 inci atau sekitar 0,4 milimeter per tahun.
Lebih lanjut, lapisan es yang mencair di kutub disebut memicu perubahan ini. Pasalnya, pencairan es mengurangi tekanan pada kerak Bumi sehingga permukaannya perlahan kembali naik.
Fenomena ini dianalogikan oleh Kotsakis serupa dengan adonan roti yang mengembang kembali setelah ditekan dengan jari.
Sementara itu, peningkatan massa di wilayah khatulistiwa memberikan tekanan pada kerak Bumi sehingga mengurangi penggembungan di bagian tersebut.