Padahal kata Budi, penjualan sepeda motor listrik pada 2024 mencapai 77.000 unit pada 2024. Hal ini dorong oleh adanya subisidi. Kemudian pada 2025, meski tidak ada subsidi, penjualan masih mampu mencapai sekitar 70.000 unit.

Budi menyampaikan merosotnya penjualan sepeda motor listrik tahun ini terjadi karena ketidakpastian kebijakan subsidi. Kondisi ini membuat masyarakat cenderung menunggu kepastian sebelum membeli motor listrik.

"Di tahun 2026, sampai dengan bulan Agustus, kami sekarang ini baru sekitar 18.900. Jadi sangat turun sekali. Kenapa demikian? Tadi Pak Ketua Periklindo sudah menyampaikan, karena menyangkut masalah kebijakan pemerintah yang kadang ada, kadang tidak ada. Ini cukup mengganggu dari industri, karena memang masyarakat juga banyak yang menunggu kapan untuk subsidi akan diberikan," ujarnya dalam RDPU dengan Komisi VII DPR, Senin (21/9/2026).

Budi mengatakan pada awal tahun, pemerintah sempat menyampaikan rencana pemberian subsidi motor listrik pada 2026. Kemudian, beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana subsidi sekitar Rp 3 juta.

"Namun sampai dengan bulan September, ini juga belum ada kabarnya. Jadi sangat juga menghambat menyangkut masalah penjualan sepeda motor listrik yang ada di Indonesia sekarang ini," katanya.