Sebelumnya, saat Menteri Keuangan masih dijabat Purbaya Yudhi Sadewa, disebutkan insentif motor listrik yang bakal bergulir ini turun menjadi Rp 3 juta per unit dari rencana awalnya Rp 5 juta per unit. Di mana insentif Rp 3 juta per unit itu akan disalurkan untuk 1 juta motor listrik yang diproduksi dalam negeri dengan total anggaran Rp 3 triliun.
"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp 3 juta. (Anggarannya) Rp 3 triliun," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis kemarin.
Meski begitu, Purbaya mengatakan pemberian insentif untuk 1 juta motor ini tidak akan terserap sepenuhnya tahun ini. Hal ini terjadi karena kapasitas produksi motor listrik nasional belum mencapai angkat tersebut. Purbaya menyebutkan penyerapan insentif ini hanya akan berada di kisaran angka 100.000 hingga akhir tahun.
"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," katanya.
Sementara itu, keputusan pemberian motor listrik ini ditunggu-tunggu oleh industri motor listrik dan juga masyarakat.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi melaporkan penjualan sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun ini merosot tajam. Tercatat hingga Agustus 2026, penjualan sepeda motor listrik hanya mencapai 18.900 unit.