"Target itu ketika nanti dari TOX atau Thermal Oxidizer-nya sudah selesai, rekomendasinya sudah dijalankan, running TOX, nah kita akan mencoba running full capacity di 22 MMSCFD. InsyaAllah informasi yang saya dapat itu di akhir tahun atau awal tahun lah kita bisa commissioning dan start up dua dua train tadi, gitu," terang Dedy.

Melalui tahapan commissioning dan start-up dua train pengolahan tersebut, Lapangan Jatibarang optimistis dapat mengamankan pencapaian target produksi gas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

"Target di 2026, yang pasti kita akan berusaha me-running dua plant SP-ABG ini sampai full capacity di 22 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) supaya target di 8 MMSCFD akhir tahun bisa achieve. Gitu target kita," terangnya.