Yang lebih mungkin bertahan adalah sistem drainase atau koridor aliran dalam kawasan yang sama. Tidak setiap kelokan Finke modern berusia ratusan juta tahun. Sungai dapat berpindah, menggabungkan bagian baru, dan meninggalkan jalur lama. Namun, bukti geologi menunjukkan sistem drainase di kawasan tersebut kemungkinan telah bertahan sejak Paleozoikum.

Finke berada di Australia tengah dan mengalir melalui kawasan yang memiliki sejarah geologi sangat tua. Salah satu petunjuk penting berasal dari hubungan antara sungai dan pegunungan di sekitarnya. Finke tergolong antecedent river, yakni sungai yang alirannya sudah terbentuk sebelum wilayah di sekitarnya mengalami pengangkatan akibat aktivitas tektonik.

Ketika daratan perlahan terangkat, sungai terus mengikis batuan di bawahnya. Akibatnya, aliran sungai dapat tetap mempertahankan jalurnya sambil lanskap di sekitarnya berubah.

Sejarah tersebut berkaitan dengan Alice Springs Orogeny, episode pembentukan dan deformasi pegunungan yang berlangsung di Australia tengah sekitar 450 juta hingga 300 juta tahun lalu.

Jejak sungai purba juga ditemukan dalam bentuk endapan kerikil sungai yang kini berada jauh di atas aliran modern. Sebagian endapan tersebut mengeras karena mineral besi dan silika dari air tanah.

Ketika batuan di sekitarnya terkikis, endapan yang lebih keras justru bertahan sebagai bagian lanskap yang lebih tinggi. Fenomena ini disebut inverted topography atau topografi terbalik.