Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Label 'sungai tertua di dunia' bukan gelar yang bisa ditentukan secara mutlak. Usia sungai biasanya merupakan rekonstruksi berdasarkan berbagai bukti geologi, bukan hasil pengukuran langsung terhadap umur air yang mengalir di dalamnya.

Laporan lain yang dikutip dari Live Science juga menyebut Finke sebagai kandidat utama, dengan perkiraan usia sekitar 300 juta hingga 400 juta tahun, tetapi menekankan bahwa menentukan umur sungai memang tidak sederhana.

Bahkan ada sungai lain yang juga diklaim memiliki sejarah sangat tua. Karena itu, istilah yang lebih tepat adalah 'salah satu kandidat sungai tertua' atau 'sistem sungai yang sangat tua', bukan sungai yang secara pasti merupakan yang tertua di Bumi.

Jika rekonstruksi mengenai Finke benar, bagian paling mengagumkan dari kisahnya bukan bahwa satu aliran air tidak pernah berubah selama ratusan juta tahun.Melainkan bahwa sistem drainase di kawasan tersebut mampu bertahan melewati perubahan iklim, pembentukan pegunungan, pergeseran benua, hingga terbentuk dan pecahnya Pangaea.

Dengan kata lain, ketika Bumi masih memiliki bentuk dunia yang sangat berbeda dari sekarang, leluhur Finke kemungkinan sudah menjalankan pekerjaannya, membawa air melintasi lanskap Australia purba.