NADIKABAR.COM — Super El Nino yang sedang berkembang pada 2026 diproyeksikan membawa dampak serius bagi kesehatan manusia. Para peneliti memperkirakan fenomena iklim tersebut dapat menyebabkan 451.000 kematian tambahan akibat panas ekstrem di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan.
Proyeksi tersebut berasal dari Climate Impact Lab di University of Chicago. Angka 451.000 merupakan estimasi kematian akibat tambahan paparan panas yang dipicu El Nino, bukan jumlah korban yang sudah terjadi.
Yang mengkhawatirkan, Indonesia termasuk negara yang diperkirakan mengalami dampak besar. Peneliti memproyeksikan sekitar 19.300 kematian tambahan akibat panas di Indonesia dalam periode enam bulan ke depan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan proyeksi dampak kematian akibat panas tertinggi. Nigeria diperkirakan mengalami sekitar 31.400 kematian tambahan, disusul Indonesia 19.300, Sudan sekitar 17.600, India 15.800, dan Brasil 13.300.
El Niño merupakan fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menghangat. Perubahan ini kemudian memengaruhi pola atmosfer dan cuaca di berbagai wilayah dunia melalui fenomena yang dikenal sebagai teleconnection.
Akibatnya tidak semua wilayah mengalami dampak yang sama. Beberapa kawasan dapat menghadapi kekeringan dan risiko kebakaran hutan yang meningkat, sementara wilayah lain berpotensi mengalami hujan ekstrem, banjir, atau perubahan aktivitas badai.
El Nino yang berkembang sejak Juni 2026 ini bahkan disebut berpotensi menjadi yang terkuat dalam catatan pengamatan. Pada awal Agustus, suhu di kawasan Pasifik timur tercatat sekitar 2,6 derajat Celsius di atas normal.