NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) mencatat harga properti residensial alias rumah di pasar primer tumbuh 0,58 persen pada kuartal III 2026 secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) sebesar 0,58 persen secara tahunan tersebut melambat dibandingkan kuartal II 2026, yang tumbuh 0,69 persen.

Meskipun harga rumah masih bisa naik, penjualan hunian justru anjlok 8,43 persen pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 tumbuh terbatas," tulis BI dalam laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) kuartal III 2026, Jumat (6/11).

BI mencatat perlambatan terutama dipengaruhi kenaikan harga rumah tipe menengah dan besar. Harga rumah tipe menengah tumbuh 0,63 persen, melambat dari 0,83 persen pada kuartal sebelumnya. Sementara, rumah tipe besar tumbuh 0,57 persen, turun dari 0,68 persen.

Selanjutnya, harga rumah tipe kecil tumbuh 0,55 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 0,49 persen.

Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei BI, tujuh kota mengalami perlambatan pertumbuhan harga dan satu kota mengalami penurunan IHPR secara tahunan.