Harga rumah di Yogyakarta turun 0,05 persen secara tahunan, lebih rendah dibanding pertumbuhan 0,77 persen pada kuartal II 2026.
Sementara itu, harga rumah di Pontianak tumbuh 1,49 persen, meski melambat dari 2,35 persen pada kuartal sebelumnya.
Harga rumah di Pekanbaru dan Samarinda juga meningkat, masing-masing tumbuh 3,64 persen dan 0,79 persen secara tahunan.
Dari sisi penjualan, BI mencatat penjualan rumah anjlok 8,43 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan kontraksi kuartal sebelumnya sebesar 2,36 persen.
Penurunan terjadi pada seluruh tipe rumah. Penjualan rumah tipe besar merosot 10,78 persen. Penjualan rumah tipe kecil dan menengah masing-masing amblas 4,95 persen dan 15,42 persen.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), penjualan properti bahkan jatuh 11,10 persen, padahal pada kuartal II 2026 berhasil tumbuh 9,39 persen.
BI juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan dan penjualan properti residensial. Pertama, kenaikan harga bahan bangunan menjadi hambatan terbesar dengan porsi 26,24 persen.