Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan ia tidak ingin tinggal di sebelah pusat data meskipun ia mendukung pembangunan infrastruktur tersebut karena diyakini dapat membuat masyarakat lebih sejahtera.

Di saat perusahaan besar yang membangun pusat data seperti Meta, Amazon, dan Microsoft menjanjikan jutaan dolar bagi komunitas dan sekolah di sekitar lokasi pusat data mereka, OpenAI justru bertaruh perubahan nama akan membantu memperbaiki opini publik.

"Kami ingin komunitas yang menjadi tuan rumah infrastruktur tersebut membantu membentuknya dan berbagi peluang yang diciptakannya," ucap juru bicara OpenAI.