Teknologi
HALAMAN 3 DARI 3
Takut Diprotes Warga, OpenAI Ubah Nama Pusat Data Jadi Kampus Komputasi
Pusat data AI semakin tidak populer di kalangan warga Amerika Serikat, hingga menjadi topik penting menjelang pemilu midterm 2026. Mengantisipasi penolakan yang leb
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Senin, 2 November 2026 pukul 21:27 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan ia tidak ingin tinggal di sebelah pusat data meskipun ia mendukung pembangunan infrastruktur tersebut karena diyakini dapat membuat masyarakat lebih sejahtera.
Di saat perusahaan besar yang membangun pusat data seperti Meta, Amazon, dan Microsoft menjanjikan jutaan dolar bagi komunitas dan sekolah di sekitar lokasi pusat data mereka, OpenAI justru bertaruh perubahan nama akan membantu memperbaiki opini publik.
"Kami ingin komunitas yang menjadi tuan rumah infrastruktur tersebut membantu membentuknya dan berbagi peluang yang diciptakannya," ucap juru bicara OpenAI.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.