"Ini kalau misalnya kita buat sebenarnya itu kontribusinya 8% - 10% terhadap PDB untuk mendorong target pertumbuhan 8% gitu ya. Jadi selalu kalau kita bertanya bahwa 8% pertumbuhan ekonomi ke depan gimana cara mencapainya? Ini jawabannya, salah satunya disumbang melalui elektrifikasi," jelasnya lagi.

Selain memberikan dorongan yang sangat besar terhadap pertumbuhan PDB nasional, menurutnya elektrifikasi juga membawa angin segar untuk fiskal negara khususnya dalam mengurangi ketergantungan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).

Imaduddin menyoroti kondisi beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN saat yang membengkak dalam beberapa tahun terakhir akibat lonjakan harga minyak global. Menurutnya, percepatan elektrifikasi menjadi kunci utama untuk menyehatkan ruang fiskal negara.

"22% kebutuhan demand minyak ini akan berkurang di tahun 2035 kalau kita menggunakan tadi ya skenario dari elektrifikasi," kata Imaduddin.