Dalam mempercepat pengembangan inovasi berbasis sumber daya alam Indonesia, BPOM juga menjalankan program BRIDGE atau Bersinergi Dalam Riset Inovatif, Berdaya Saing Global, dan Ekspansi Pasar.
Melalui program tersebut, BPOM telah menjaring 24 penelitian yang melibatkan 18 lembaga penelitian untuk didorong menuju proses hilirisasi menjadi produk obat bahan alam, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.
Program BRIDGE sekaligus menjadi sarana mempertemukan inovator kampus dengan mitra industri, investor, serta jaringan pemasaran sehingga hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar nasional maupun internasional.
Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa hingga saat ini BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 190 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi, meningkatkan kualitas riset, mendorong transfer teknologi, memperluas literasi keamanan obat dan makanan, serta mendukung pengawasan hingga ke pelosok negeri.
"BPOM tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar inovasi yang lahir dari perguruan tinggi mampu berkembang menjadi kekuatan industri nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Taruna Ikrar menekankan bahwa penguatan kolaborasi ABG merupakan bagian dari kontribusi konkret BPOM dalam mendukung dua tahun pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui Asta Cita kedua, BPOM berkontribusi memperkuat kemandirian bangsa dalam sektor obat dan pangan. Pada Asta Cita ketiga, BPOM mendorong kewirausahaan, pertumbuhan industri kreatif, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.