NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan memfasilitasi pengiriman 7 ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah. Langkah ini sekaligus memperkuat ketersediaan pasokan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, fasilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah, terutama dengan menghubungkan wilayah sentra produksi dan daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Melalui konektivitas tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya menjelang Nataru. Untuk mengatasi kesenjangan harga bapok antarwilayah, Kemendag mendorong kerja sama pasokan antara daerah sentra produksi dan daerah yang membutuhkan.
"Melalui fasilitasi ini, kami berharap tambahan pasokan dapat menjaga keseimbangan harga, serta memastikan masyarakat memperoleh bapok dengan harga yang terjangkau," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (02/11/2026).
Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Kemendag bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara untuk memfasilitasi distribusi cabai rawit ke Halmahera Utara. Pengiriman ini juga mendapat dukungan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).
Dalam pelaksanaannya, penentuan pengiriman turut memperhatikan kondisi harga dan kebutuhan pasokan di wilayah tujuan.
"Fasilitasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga dan kebutuhan pasokan di daerah tujuan," tambah Budi.
Ia menjelaskan, pertimbangan tersebut didasarkan pada pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag. Berdasarkan data SP2KP pada 27 Oktober 2026, harga cabai rawit di Halmahera Utara berada di kisaran Rp150.000 per kilogram.
Pengiriman tambahan pasokan tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menilai distribusi dari Jawa Timur dapat memperlancar penyaluran komoditas dari daerah penghasil, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengendalikan kenaikan harga di wilayahnya.