Pemilihan moda transportasi selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pasokan, waktu tempuh, serta efisiensi biaya. Dengan mempertimbangkan ketiga aspek tersebut, pengiriman diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan daerah tujuan.
Di samping mengoptimalkan moda transportasi, Kemendag juga memperluas jangkauan distribusi melalui program Gerai Maritim untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Program ini memanfaatkan Tol Laut dan Jembatan Udara serta telah menjangkau 63 kota/kabupaten melalui Tol Laut dan 12 kabupaten melalui Jembatan Udara.
Optimalisasi program Gerai Maritim tersebut tidak hanya memperluas jangkauan distribusi, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan harga komoditas di wilayah sasaran. Pelaksanaan program ini mencatatkan penurunan harga rata-rata sebesar 11,22 persen, yang meliputi bapok sebesar 11,63 persen dan barang penting sebesar 8,04 persen.
Sejalan dengan perluasan distribusi tersebut, Kemendag juga meningkatkan pemantauan arus barang antarpulau melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW). Pada Januari-September 2026, pelaporan angkutan barang melalui sistem tersebut mencakup 244 pelabuhan dengan volume barang tercatat sebesar 541,26 juta ton.
Pemantauan distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) juga dilakukan melalui INATRADE. Pelaporan melalui sistem ini melibatkan 253 pelaku usaha dan mencakup 16 komoditas, sedangkan koordinasi kerja sama antardaerah telah menjangkau 18 provinsi dan 301 kabupaten/kota.
Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan harga di daerah yang membutuhkan. Iqbal menegaskan bahwa langkah tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap kelancaran distribusi dan kestabilan harga.
"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pasokan di daerah yang membutuhkan, menekan kesenjangan harga antarwilayah, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat," tutup Iqbal.
Melalui fasilitasi pengiriman, penguatan kerja sama antardaerah, serta pemantauan distribusi, Kemendag terus berupaya menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok di berbagai wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi disparitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya menjelang Nataru.