Posisi Swift pada 20 Oktober berada di ketinggian 275 km di atas Bumi, dan teleskop itu sudah tidak bisa menahan efek tarikan gravitas. Tim operasi Swift di Pennsylvania State University mengirimkan perintah untuk mengaktifkan safe mode yangs ecara efektif menghentikan operasionalnya.

Wahana antariksa bernama resmi Neil Gehrels Swift Observatory ini diluncurkan ke orbit pada tahun 2004. Selama 22 tahun di orbit, Swift mengamati lebih dari 2.000 ledakan sinar gamma, salah satu ledakan paling kuat di tata surya.

Setelah dua dekade di orbit, posisi Swift terus merosot dan pada bulan Juli lalu NASA meluncurkan misi Swift Boost untuk menyelamatkannya. Sayangnya misi tersebut mengalami masalah teknis sehingga akhirnya dinyatakan gagal dan NASA membiarkan Swift jatuh ke Bumi dengan sendirinya.