NASA memperkirakan sebagian besar wahana terbakar saat melintasi atmosfer, tetapi beberapa komponennya mungkin bertahan. Dalam pembaruannya, badan antariksa AS itu tidak menyebut adanya serpihan yang ditemukan di Sumatera Utara.
Koordinat yang diumumkan menunjukkan lokasi Swift masuk kembali ke atmosfer, bukan konfirmasi titik jatuh serpihan di permukaan Bumi.
NASA sempat bekerja sama dengan Katalyst Space untuk menaikkan orbit Swift. Wahana LINK diluncurkan pada Juli 2026 untuk menjalankan tugas itu, tetapi mengalami gangguan komunikasi dan masalah kendali orientasi setelah mencapai orbit.
Rencana menangkap dan mengangkat Swift dihentikan pada Agustus, tanpa sempat dilakukan percobaan pengangkatan.