NADIKABAR.COM — Teleskop antariksa Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA masuk kembali ke atmosfer Bumi di atas Sumatera Utara pada Rabu (4/11/2026) pukul 19.39 WIB. Peristiwa ini terjadi hampir 22 tahun setelah Swift diluncurkan untuk mengamati alam semesta.

Dalam pembaruan resminya, NASA mengutip konfirmasi Angkatan Antariksa Amerika Serikat bahwa Swift memasuki atmosfer di sekitar koordinat 3,4 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur.

"Sebagian besar wahana diperkirakan terbakar saat melintasi atmosfer, tetapi beberapa komponennya mungkin bertahan," tulis NASA.

Swift masuk kembali ke atmosfer setelah orbitnya terus menurun akibat hambatan dari lapisan atas atmosfer. Aktivitas Matahari yang meningkat turut memperkuat efek tersebut.

Meski mengorbit ratusan kilometer di atas Bumi, satelit di orbit rendah masih mengalami hambatan dari lapisan atas atmosfer. NASA menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas Matahari memperkuat hambatan tersebut pada Swift, sehingga orbitnya turun lebih cepat.