Swift masih melanjutkan pengamatan hingga 20 Oktober 2026. Saat itu, ketinggiannya turun ke sekitar 275 kilometer dan hambatan atmosfer membuat teleskop sulit mempertahankan arah bidik. Swift kemudian masuk ke mode aman, sebelum tim misi mengakhiri operasinya.
Swift diluncurkan pada 20 November 2004 untuk mempelajari semburan sinar gamma, salah satu ledakan paling dahsyat di alam semesta. Misi utamanya dirancang berlangsung dua tahun, tetapi observatorium ini menghasilkan data ilmiah selama lebih dari dua dekade.
Keunggulan Swift terletak pada kecepatannya merespons semburan sinar gamma. Wahana ini dapat mendeteksi dan menentukan lokasi semburan, mengirimkan informasinya ke observatorium lain, lalu mengarahkan teleskop untuk mengamati cahaya susulan sebelum memudar. Rangkaian tersebut biasanya berlangsung sekitar satu menit.
Sepanjang misinya, Swift mengamati lebih dari 2.000 semburan sinar gamma dan mempelajari lebih dari 1.400 supernova, menurut NASA.