Dalam konteks tersebut, kerangka migrasi PQC yang dikembangkan BSSN mencakup tahap persiapan, inventarisasi aset kriptografi dan penilaian risiko kuantum, perencanaan migrasi, implementasi, penguatan cryptographic agility, hingga pemantauan dan evaluasi. Kerangka ini dapat menjadi acuan bagi organisasi di Indonesia untuk memulai transisi secara terstruktur dan terukur dengan tetap memperhatikan kebutuhan operasional serta standar keamanan yang berlaku.

Melalui Quantum-Safe Indonesia, para pihak akan menjajaki sejumlah area pengembangan, antara lain crypto-asset discovery dan inventarisasi aset kriptografi, PQC readiness assessment, perangkat bantu asesmen dan migrasi, penguatan cryptographic agility, peningkatan kompetensi, serta pemanfaatan kapabilitas digital trust dan keamanan siber. Upaya tersebut diharapkan membantu organisasi memahami kondisi sistem yang dimiliki dan menyiapkan langkah mitigasi berdasarkan tingkat kesiapan serta risiko yang dihadapi.

Dalam kolaborasi ini, BSSN berperan melalui kerangka, metodologi, standar, dan tata kelola keamanan siber serta kriptografi. Telkom akan mendukung pengembangan teknologi dan integrasi kapabilitas, termasuk penjajakan perangkat bantu untuk mengidentifikasi aset kriptografi dan menilai kesiapan organisasi.

Sementara itu, Peruri membawa kapabilitas di bidang digital trust, identitas digital, keamanan siber, serta teknologi terkait PQC. Rancangan MoU Telkom-Peruri turut mencakup pengembangan use case digital, peningkatan kapabilitas, dan pertukaran pengetahuan.

Danantara Indonesia berperan mendorong orkestrasi ekosistem dan menjajaki peluang penerapan kapabilitas yang dikembangkan untuk kebutuhan di lingkungan BUMN. Peran ini mencakup koordinasi potensi proyek percontohan lintas BUMN, identifikasi kebutuhan sektoral, serta validasi implementasi untuk mendukung adopsi solusi sesuai kebutuhan.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei menyampaikan Sovereign technology tidak dapat dibangun oleh satu institusi.

"Danantara Indonesia ingin mendorong terbentuknya kolaborasi antara regulator, BUMN, dan technology player agar capability yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata, memiliki jalur adopsi, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan teknologi nasional," tuturnya.