Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi menambahkan ancaman komputasi kuantum terhadap kriptografi bukan lagi sekadar wacana, dan data yang pihaknya lindungi hari ini dapat menjadi sasaran di kemudian hari.

"Karena itu, BSSN menyiapkan kerangka dan standar migrasi kriptografi pasca-kuantum secara bertahap, serta bekerja sama dengan industri dan BUMN agar penerapannya tetap selaras dengan ketentuan keamanan nasional,"jelasnya.

Direktur Utama Peruri Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko mengatakan sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, Peruri melihat kesiapan terhadap era pasca-kuantum sebagai bagian penting dari penguatan kepercayaan dalam layanan digital.

"Kolaborasi ini membuka ruang untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia," paparnya.

MoU tersebut merupakan payung kerja sama strategis. Mekanisme implementasi, ruang lingkup teknis, model komersial, dan pembagian peran operasional akan dibahas lebih lanjut oleh para pihak dan dituangkan dalam perjanjian kerja sama atau perikatan definitif sesuai tata kelola masing-masing institusi.

Melalui Quantum-Safe Indonesia, Telkom, Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri menjajaki penguatan kapabilitas kriptografi dan keamanan siber untuk mengantisipasi perubahan lanskap keamanan teknologi. Kolaborasi antara regulator, BUMN, dan pengelola investasi ini diharapkan mendukung ketahanan digital Indonesia.