Pendekatan ini membantunya memahami cara menjaga kualitas tanaman sejak awal hingga panen, sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih konsisten dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Kemitraan yang Mendorong Kesejahteraan Petani

Sama seperti Katino, Purwanto merasakan manfaat program kemitraan dalam membantu perencanaan keuangan rumah tangga. Hasil penjualan tembakau memberikan ruang bagi keluarganya untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya dengan lebih baik, termasuk untuk budidaya padi yang tetap menjadi bagian penting dari usaha taninya.

"Kalau sekarang, sebagian hasilnya bisa kami sisihkan untuk modal musim tanam berikutnya. Jadi kebutuhan untuk pupuk, padi, maupun tembakau bisa dipersiapkan lebih awal," jelas Purwanto.

Ketekunan Purwanto juga telah membuahkan hasil pada ekonomi keluarga. Rumah orangtuanya yang semula berdinding kayu seadanya kini telah menjadi rumah tembok yang lebih layak huni.

Bukan hanya keluarganya, hasil panen tembakau juga telah membantu banyak keluarga lain di Wonogiri serta mendukung perputaran roda perekonomian daerah.

"Setelah panen tembakau, ada yang beli mobil keluarga buat disewain. Ada juga yang beli mobil jasa angkut barang," imbuhnya.

Dampak itu, menurut Purwanto, ikut mengubah pilihan hidup warga di desanya. Kemitraan tembakau yang memberikan manfaat ekonomi mendorong lebih banyak masyarakat untuk tetap tinggal dan mengembangkan usaha di kampung halaman, dibandingkan mencari peluang di daerah lain.

Dari kisah Katino dan Purwanto, tembakau menjadi lebih dari sekadar komoditas musiman. Di tangan para petani, tembakau telah menghadirkan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan. Mereka adalah pahlawan lokal yang tidak hanya menumbuhkan kesejahteraan, namun juga menggerakkan roda ekonomi daerah.