Tingginya pengangguran yang sekitar 7,1% untuk lulusan baru ilmu komputer dan teknik komputer, menurut analisis Associated Press, mencerminkan besarnya jumlah mahasiswa yang mendaftar selama masa booming coding.
Perekrutan melonjak selama pandemi ketika semuanya beralih ke ranah digital. Lowongan pengembangan software di situs pencari kerja Indeed mencapai puncak awal tahun 2022.
Namun kini, raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google beralih ke AI untuk mengerjakan porsi penulisan kode yang lebih besar. Perusahaan besar seperti Amazon memangkas pegawai seiring meroketnya pengeluaran untuk AI. Pekerjaan di bidang pengembangan software yang diiklankan pun jauh lebih sedikit.
Tracy Camp, CEO Computing Research Association, menyebut dampak AI terhadap pekerja muda sangat mengkhawatirkan sehingga mereka menghubungi para pemimpin industri, serta mendesak agar mau berinvestasi pada pekerja entry level.
"Jika mereka tidak mengubah cara perekrutan saat ini, mereka takkan memiliki karyawan tingkat menengah dalam beberapa tahun ke depan," kata Camp yang dikutip NadiKabar dari Associated Press.
Mahasiswa pun mulai menyadarinya. Setelah satu dekade jumlah lulusan ilmu dan teknik komputer meningkat tiga kali lipat, menjadi sekitar 362.000 orang di 2024, angka pendaftaran mulai turun sejak tahun lalu.