"Hampir mencapai 60% dari komponen biaya, sehingga ini memang mempengaruhi terhadap trafik. Saya sendiri tadi sudah menyampaikan, mungkin ini akan kita akan decline sekitar tiga persen di akhir tahun," terang Agus.
Agus menjelaskan keputusan untuk melepas pengelolaan Bandar Dhoho murni atas permintaan pihak pemrakarsa, bukan karena persoalan wanprestasi dalam kerja sama.
Ia memastikan tidak menemukan adanya pelanggaran perjanjian selama proses Kerja Sama Operasi (KSO) berlangsung. Keputusan pengakhiran kerja sama ini diambil secara baik-baik atas dasar permintaan dari pihak PT Surya Dhoho Investama.
"Perlu dicatat, bahwa untuk Dhoho ini sebenarnya itu kan bukan karena salah satu pihak wanprestasi. Jadi dari sisi kami juga sebenarnya bukan karena tidak terpenuhinya isi perjanjian gitu, ya. Emang ini adalah permintaan dari merekalah ya, mungkin mengembangkan sendiri," beber ia. Sebagai informasi, PT Angkasa Pura telah keluar dari Bandara Dhoho Kediri. Kini bandara tersebut dikelola penuh oleh PT Surya Dhoho Investama.