NADIKABAR.COM — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney buka-bukaan mengenai trafik Bandara Dhoho, Kediri belum maksimal. Angkasa Pura Indonesia sendiri telah melepas pengelolaan Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) alias Injourney Airports Agus Haryadi mengakui performa dari Bandara Dhoho selama ini masih belum maksimal. Ditambah situasi di mana kondisi industri penerbangan nasional yang tengah mengalami depresiasi akibat berbagai faktor eksternal, termasuk

"Ya, kalau boleh dikatakan jujur memang secara trafik belum maksimal ya, apalagi dalam situasi terakhir setelah kondisi penerbangan ini sedang terdepresiasi karena berbagai faktorlah," ujar Agus dalam diskusi di Mercure Bandung, City Centre, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Agus menjelaskan faktor yang paling memukul operasional penerbangan saat ini salah satunya ketegangan geopolitik global yang berdampak langsung pada lonjakan harga avtur. Agus menyebut komponen avtur kini hampir mendekati 60% dari total biaya operasional maskapai.

"Hampir mencapai 60% dari komponen biaya, sehingga ini memang mempengaruhi terhadap trafik. Saya sendiri tadi sudah menyampaikan, mungkin ini akan kita akan decline sekitar tiga persen di akhir tahun," terang Agus.

Agus menjelaskan keputusan untuk melepas pengelolaan Bandar Dhoho murni atas permintaan pihak pemrakarsa, bukan karena persoalan wanprestasi dalam kerja sama.

Ia memastikan tidak menemukan adanya pelanggaran perjanjian selama proses Kerja Sama Operasi (KSO) berlangsung. Keputusan pengakhiran kerja sama ini diambil secara baik-baik atas dasar permintaan dari pihak PT Surya Dhoho Investama.

"Perlu dicatat, bahwa untuk Dhoho ini sebenarnya itu kan bukan karena salah satu pihak wanprestasi. Jadi dari sisi kami juga sebenarnya bukan karena tidak terpenuhinya isi perjanjian gitu, ya. Emang ini adalah permintaan dari merekalah ya, mungkin mengembangkan sendiri," beber ia. Sebagai informasi, PT Angkasa Pura telah keluar dari Bandara Dhoho Kediri. Kini bandara tersebut dikelola penuh oleh PT Surya Dhoho Investama.

Hal itu ditandai dengan Perjanjian Pengakhiran Kerja Sama Operasi (KSO) pada 31 Agustus 2026, antara Surya Dhoho Investama, anak usaha PT Gudang Garam Tbk yang bergerak di bidang infrastruktur, dengan PT Angkasa Pura Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan perjanjian tersebut mengatur penyelesaian hak dan kewajiban para pihak, pelaksanaan masa transisi, penyerahan dokumen dan aset, serta peralihan tanggung jawab operasional.

"Pengakhiran Perjanjian Kerja Sama Operasi antara PT Surya Dhoho Investama dengan PT Angkasa Pura Indonesia disepakati untuk diakhiri berdasarkan itikad baik kedua belah pihak," kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).