NADIKABAR.COM — mata industri yang melibatkan seorang engineer OpenAI asal Arab Saudi, Abdulrahman Alfozan (35), memasuki babak baru.

Hakim Federal Alex Tse menolak mentah-mentah penawaran jaminan dari Konsulat Arab Saudi di Los Angeles yang bersedia membayar uang jaminan dalam jumlah berapa pun demi membebaskan Alfozan, karena menilai risiko kaburnya tersangka ke luar negeri sangat tinggi.

Alfozan ditahan tanpa jaminan oleh Pengadilan Federal San Francisco, Amerika Serikat, atas dugaan menanam perangkat penyadap suara tersembunyi di dalam ruang rapat eksekutif markas utama OpenAI.

Berdasarkan dokumen dakwaan Jaksa Penuntut Umum AS, Alfozan diduga memasang alat penyadap tersembunyi pada port USB di bagian belakang televisi di ruang rapat eksekutif OpenAI San Francisco pada 28 September 2026.

Ruangan tersebut merupakan area krusial yang digunakan jajaran pimpinan OpenAI untuk mendiskusikan rahasia teknis, riset berhak cipta, arah strategis perusahaan, hingga pertemuan rahasia dengan pejabat tinggi pemerintah AS.

Aksi Alfozan tercium setelah tim internal OpenAI menemukan perangkat asing tersebut pada 30 September 2026:

Jaksa penuntut membeberkan bukti bahwa Alfozan secara intensif berkomunikasi via WhatsApp sepanjang 2025 hingga 2026 dengan seorang anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Dalam percakapan tersebut, sang pangeran berulang kali mencoba merekrut Alfozan untuk memimpin inisiatif AI nasional di Arab Saudi.

"Saudi membutuhkanmu lebih dari AS!" tulis sang pangeran dalam pesan pada Mei 2026. "100%," jawab Alfozan menyetujui.

Hanya sehari setelah Alfozan ditangkap, istri dan bayinya yang berumur 3 bulan langsung diterbangkan keluar dari Amerika Serikat menuju Qatar menggunakan penerbangan kelas bisnis yang didanai oleh anggota militer Arab Saudi.

Dalam persidangan, Konsulat Arab Saudi menyatakan kesediaannya menjamin Alfozan serta menanggung seluruh biaya jaminan yang ditetapkan pengadilan. Namun, Hakim Alex Tse menilai tawaran tersebut seperti "cek kosong" yang tidak memberikan jaminan keselamatan hukum bagi pemerintah AS.

"Pemerintah Arab Saudi menyatakan akan mengawasi dan membayar jaminan... Namun kepercayaan apa yang saya miliki bahwa mereka akan melindungi kepentingan pemerintah AS agar dia tidak melarikan diri?" tegas Hakim Tse, sembari menyoroti bahwa AS tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Arab Saudi.

Gaji Alfozan di OpenAI yang mencapai USD 385.000 (sekitar Rp 6 miliar) per tahun plus dana hibah saham senilai USD 2,2 juta kini melayang setelah OpenAI resmi memecatnya. Jika terbukti bersalah atas tuduhan intersepsi komunikasi secara ilegal, Alfozan terancam hukuman maksimum 5 tahun penjara, dengan potensi dakwaan yang lebih berat seiring penyelidikan atas ancaman keamanan nasional yang masih berlangsung, demikian dikutip NadiKabar dari CNBC, Selasa (20/10/2026).