"Nah ini bukan perkara yang mudah tapi saya ingin makanya saya ingin semua duduk supaya kita bisa berbicara ada kebutuhan tapi juga ada kendala dari produksi," ujar Dudy.

Menurut laporan dari pihak KAI dalam forum yang sama, KRL bekas yang mau diimpor sudah dioperasikan di Jepang selama 25 tahun. Di Indonesia, KRL itu direncanakan hanya beroperasi selama 10 tahun.

KAI juga mengatakan kebutuhan KRL mencapai 105 rangkaian, namun hanya ada sekitar 80-an saja yang siap beroperasi. Artinya, Indonesia butuh tambahan 20-an rangkaian tambahan.

Kembali ke Dudy, dirinya sendiri belum menentukan sikap akan mendorong impor KRL bekas atau tidak. Masalahnya, pemerintah juga harus melihat keberlanjutan industri perkeretaapian dalam negeri juga.