Para pejabat tersebut, yang berbicara anonim, mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kelompok Houthi Yaman pertama-tama menembakkan sejumlah drone untuk membuka jalan bagi campuran rudal jelajah dan rudal balistik agar dapat mencapai Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Houthi memiliki rudal balistik dan sistem canggih yang dilengkapi hulu ledak yang dapat bermanuver (mengubah arah) saat terbang. Ini menjadi tantangan bagi rudal pencegat Patriot maupun sistem pertahanan lain yang digunakan Arab Saudi.

Salah satu pejabat menyebut penyelidikan itu juga bertujuan untuk mencari tahu mengapa sistem pertahanan udara tidak memberikan peringatan lebih awal mengenai serangan tersebut, mengingat rudal dan drone Houthi harus menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer untuk mencapai Riyadh.

Insiden ini, salah satu dari rentetan serangan Houthi ke sejumlah bandara Saudi sejak pekan lalu, menyingkap celah kerentanan sistem pertahanan Arab Saudi.

Efektivitas sistem pertahanan udara modern bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis rudal, lintasan, kecepatan, ketinggian, serta waktu respons yang tersedia.