Rudal balistik umumnya mengikuti lintasan terbang tinggi yang dapat dideteksi radar jarak jauh. Sebaliknya, rudal jelajah dapat terbang lebih rendah, sehingga lebih sulit diidentifikasi.
Drone memunculkan tantangan tersendiri. Pesawat tak berawak ini bisa berukuran lebih kecil, bergerak lebih lambat, dan lebih sulit dibedakan dari objek lain, terlebih jika dikerahkan dalam jumlah besar.
Serangan gabungan drone, rudal jelajah, dan rudal balistik dapat memaksa sistem pertahanan melacak berbagai ancaman secara bersamaan. Hal ini berpotensi membebani cakupan radar, sistem komando, dan rudal pencegat secara drastis.
Arab Saudi mengoperasikan sistem pertahanan rudal Patriot pasokan AS, tetapi sistem rudal pencegat secanggih apa pun tidak menjamin perlindungan menyeluruh terhadap setiap senjata yang datang.
Dikutip NadiKabar dari Gulf News, serangan ke Riyadh ini mengungkap tingkat keberhasilan intersepsi yang tinggi terhadap satu pola serangan tidak serta merta menjamin hasil yang sama saat harus menghadapi kombinasi senjata berbeda.