Meski begitu, para pejabat Thailand menegaskan jika proyek pembangunan jalur darat penghubung dua samudra ini tidak dirancang untuk menggantikan Selat Malaka sepenuhnya. Namun jaringan atau koridor tersebut dimaksudkan untuk merebut sebagian pasar transshipment dan kargo pengumpan di sekitar kawasan.

"Thailand menargetkan kapal pengumpan dengan kapasitas 12.000 TEU atau kurang, bukan kapal kontainer utama berukuran besar," kata Direktur Jenderal Kantor Kebijakan dan Perencanaan Transportasi dan Lalu Lintas Thailand, Jiraroth Sukolrat.

Namun, proyek ini masih menghadapi tantangan besar. Para analis mengatakan bahwa Jembatan Darat masih terlalu ambisius secara ekonomi dan mungkin akan kesulitan bersaing dengan jalur pelayaran yang lancar melalui Malaka.