Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan air mengenai material tersebut sehingga memicu munculnya asap dan gas berbau menyengat yang pertama kali dilaporkan sekitar pukul 04.52 WIB.

Merespons kejadian tersebut, tim tanggap darurat perusahaan dilaporkan segera melakukan penanganan sejak pukul 04.55 WIB, termasuk mengendalikan penyebaran gas dan menangani sumber reaksi kimia untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Sejumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan, termasuk sesak napas, telah mendapatkan penanganan medis di klinik dan rumah sakit terdekat. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan aparat, pemerintah daerah, serta pihak berwenang dalam penanganan warga terdampak dan pengamanan area.

Putu mengungkapkan, berdasarkan laporan perkembangan terakhir yang diterima Kemenperin, kondisi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh dampak insiden ditangani secara tuntas.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini keadaan sudah tertangani dan situasi di lokasi telah terkendali. Kami terus memantau perkembangannya serta memastikan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan pekerja yang terdampak," tegasnya.

Putu menegaskan bahwa Kemenperin akan melakukan inspeksi lanjutan untuk memastikan penyebab insiden sekaligus mengevaluasi penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.