NADIKABAR.COM — Kalau setelah Timnas Indonesia menang kita merasa hari ini lebih cerah, lebih semangat ngobrol dengan teman, atau bahkan lebih berenergi saat bekerja, perasaan itu bukan sesuatu yang aneh. Ada alasan mengapa kemenangan Timnas bisa membuat suasana hati ikut membaik, bahkan bagi orang yang tidak berada di stadion secara langsung.

Ketika Tim Garuda menang, media sosial dipenuhi ucapan selamat, meme bermunculan, orang-orang mengunggah foto memakai jersey, dan obrolan tentang pertandingan berlanjut hingga berjam-jam setelah peluit akhir bahkan berhari-hari.

Bukan sekadar perasaan. Riset psikologi yang dipublikasikan di PubMed Central menemukan bahwa kemenangan sebuah tim olahraga memang dapat berkaitan dengan meningkatnya kepuasan hidup dan motivasi seseorang. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian longitudinal yang dilakukan selama UEFA EURO 2024 yang melibatkan 842 partisipan dan 2.414 respons setelah pertandingan dari lima negara Eropa. Para peneliti membandingkan kondisi psikologis peserta setelah tim nasional mereka menang, kalah, atau bermain imbang.

Hasilnya, kemenangan tim berkaitan dengan kepuasan hidup yang lebih tinggi dan motivasi kerja yang lebih tinggi pada hari berikutnya. Lantas, kenapa kemenangan di lapangan bisa terasa sampai ke kehidupan pribadi?

Salah satu kuncinya adalah identitas sosial. Dalam psikologi, seseorang tidak hanya memiliki identitas sebagai individu. Kita juga mendefinisikan diri berdasarkan kelompok yang kita anggap sebagai bagian dari diri kita. Dalam konteks sepak bola, kelompok tersebut bisa berupa klub, komunitas suporter, penggemar sepak bola, bahkan negara.

Penelitian tersebut menemukan bahwa setelah tim nasional menang, identifikasi terhadap tim, sepak bola, dan identitas nasional ikut menguat. Identitas tersebut kemudian berkaitan dengan rasa lebih terhubung secara sosial dan interaksi dengan orang lain setelah pertandingan.