Dengan kata lain, ketika Timnas menang, otak tidak sekadar memproses informasi bahwa 'Indonesia menang'. Bagi orang yang merasa sangat terhubung dengan Timnas, kemenangan tersebut bisa dipersepsikan sebagai keberhasilan kelompok yang juga menjadi bagian dari dirinya.

Psikolog olahraga Daniel Wann dari Murray State University, Kentucky, Amerika Serikat, menggunakan istilah team identification atau identifikasi tim untuk menggambarkan seberapa kuat hubungan psikologis seseorang dengan sebuah tim.

Dalam wawancara dengan American Psychological Association (APA), Wann menjelaskan bahwa yang penting bukan semata-mata jenis tim yang didukung, melainkan seberapa kuat seseorang mengidentifikasi dirinya dengan tim tersebut.

"Yakni seberapa jauh penggemar merasakan suatu hubungan psikologis dengan tim," ujarnya.

Wann menjelaskan bahwa penelitian mengenai fandom olahraga menemukan hubungan antara identifikasi yang kuat dengan tim dan sejumlah indikator kesejahteraan psikologis, termasuk rasa kesepian yang lebih rendah, isolasi sosial yang lebih rendah, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi.

Karena itu, bagi suporter yang merasa Timnas merupakan bagian penting dari identitasnya, hasil pertandingan bisa membawa dampak emosional yang lebih kuat.