NADIKABAR.COM — Memberikan ponsel (HP) kepada anak kini menjadi hal yang semakin umum. Selain untuk berkomunikasi, perangkat tersebut dapat digunakan untuk belajar, mencari informasi, bermain gim, hingga mengembangkan kreativitas.
Namun, di balik manfaat tersebut, internet juga menyimpan berbagai risiko yang tidak selalu mudah dikenali anak. Tanpa pendampingan yang cukup, anak bisa dengan mudah menemukan konten kekerasan, pornografi, perundungan siber atau cyberbullying, penipuan, hingga berinteraksi dengan orang asing yang memiliki niat buruk.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga membuat tantangan tersebut semakin kompleks. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membuat konten palsu, termasuk gambar atau video seksual yang melibatkan anak. UNICEF bahkan memperingatkan meningkatnya penggunaan AI untuk membuat gambar seksual palsu terhadap anak.
Karena itu, mengontrol HP anak bukan sekadar melarang mereka membuka aplikasi tertentu. Orang tua juga perlu membangun kebiasaan digital yang sehat agar anak memahami alasan di balik aturan tersebut.
Berikut ini beberapa tips atau cara yang bisa dilakukan para orang tua untuk mengontrol penggunaan ponsel bagi anak secara aman.
1. Kenali apa yang dilakukan anak di internet
Langkah pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah mengetahui bagaimana anak menggunakan HP sehari-hari.
Orang tua dapat menanyakan aplikasi yang sering digunakan, gim yang dimainkan, akun media sosial yang diikuti, hingga siapa saja yang biasa berkomunikasi dengan anak.
Cara ini sebaiknya dilakukan melalui percakapan terbuka, bukan semata-mata pemeriksaan diam-diam. Anak perlu memahami bahwa pengawasan dilakukan untuk menjaga keamanan mereka, bukan sekadar mencari kesalahan.
UNICEF menyebut pendampingan orang tua dan literasi digital sama pentingnya dengan penggunaan fitur keamanan. Anak perlu belajar bagaimana menjaga privasi, mengenali risiko dan menggunakan internet secara bertanggung jawab.
Fitur parental control dapat menjadi salah satu alat bantu bagi orang tua untuk mengatur penggunaan HP anak.
Melalui fitur tersebut, orang tua dapat mengatur aplikasi yang boleh digunakan, membatasi waktu layar, menyaring konten tertentu, hingga mengontrol pembelian dalam aplikasi.
Beberapa platform juga menyediakan pengaturan berdasarkan usia sehingga anak tidak secara bebas mengakses konten yang belum sesuai dengan tahap perkembangannya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menganjurkan orang tua mengaktifkan Parental Control dan SafeSearch untuk membantu menciptakan pengalaman internet yang lebih aman bagi anak.
3. Batasi akses terhadap konten dewasa