Untuk memastikan aspek keselamatan dan kinerja jembatan tetap terpantau, BPJT juga menyiapkan pemasangan Structural Health Monitoring System (SHMS) yang dilengkapi 100 unit sensor. Sistem tersebut akan digunakan untuk memantau kondisi kesehatan struktur jembatan secara berkelanjutan.

Adapun pembangunan infrastruktur JTTS ini menggunakan konfigurasi awal 2×2 lajur dan direncanakan dapat ditingkatkan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir. Nilai investasi dari proyek ini mencapai Rp 14,98 triliun, dengan biaya konstruksi sekitar Rp 13,90 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp 390 miliar.

Adapun masa konsesi jalan tol ini ditetapkan selama 50 tahun. BPJT juga terus mempercepat penyelesaian agar ruas Jalan Tol Palembang-Betung dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengatakan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung adalah visi besar untuk memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk membuka peluang tersambungnya jaringan tol hingga Jambi dan wilayah Sumatera lainnya.