Uang jaminan ditetapkan sebesar RM 300.000. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 29 September. Jika terbukti bersalah, Ismail Sabri terancam hukuman penjara hingga lima tahun dan denda RM 100.000.

Ismail Sabri, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Agustus 2021 hingga November 2022, menjadi sorotan dalam dugaan kasus korupsi dan pencucian uang.

Dia telah beberapa kali dipanggil Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) untuk menjalani pemeriksaan sepanjang tahun lalu. Lembaga antikorupsi tersebut menyelesaikan penyelidikannya pada Juni 2025.

Pada Maret 2025, Ismail Sabri ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan korupsi yang berkaitan dengan dana pemerintah senilai RM700 juta.