Dana itu diduga digunakan untuk kampanye pemerintah "Keluarga Malaysia" pada masa pemerintahan Ismail Sabri. Program tersebut merupakan gagasan yang diperkenalkan Ismail dalam pidato perdananya sebagai perdana menteri.
Saat itu, MACC mengatakan telah menyita sekitar RM 170 juta dalam bentuk uang tunai dan mata uang asing lainnya, 16 kilogram emas batangan senilai RM 7 juta, perhiasan serta jam tangan mewah dari sejumlah tempat yang diduga digunakan sebagai "safe house" atau tempat penyimpanan aset secara tersembunyi.
Empat mantan staf Ismail Sabri juga ditangkap terkait penyelidikan tersebut. Ismail Sabri sedianya didakwa pada 7 Agustus. Namun, proses persidangan ditunda hingga 27 Agustus setelah dia dirawat di Institut Jantung Nasional Malaysia dan menjalani prosedur pemasangan alat pacu jantung.
Ismail Sabri merupakan mantan perdana menteri Malaysia ketiga yang menghadapi penyelidikan korupsi, setelah Najib Razak dan Muhyiddin Yassin. Dia juga menjadi perdana menteri dengan masa jabatan paling singkat dalam sejarah Malaysia.