Memanfaatkan potensi yang ada, jajaran pemasyarakatan Indonesia mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan di lingkungan lapas maupun rutan.
Program pemberdayaan warga binaan di sektor ini terus berkembang pesat. Para warga binaan dilibatkan secara penuh dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga proses panen dan distribusi hasil produksi.
Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga merasa berdaya serta memiliki peran nyata dalam mendukung ketahanan pangan negara.
Wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui Panen Raya Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, pada 15 Januari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Cirebon berhasil memanen 7.000 kilogram padi varietas Inpari 32 dari lahan seluas 13.740 meter persegi, serta satu ton ikan nila dari kolam seluas 637 meter persegi.
Secara nasional, Panen Raya Serentak Kemenimipas yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai daerah diperkirakan menghasilkan total 123.557 kilogram komoditas dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil panen raya ini dimanfaatkan untuk kegiatan sosial serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.