Singapura yang dinobatkan sebagai negara terkaya di dunia pada tahun 2026 oleh majalah Global Finance berdasarkan PDB per kapita yang disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP), menyumbang sekitar 10% dari total produksi semikonduktor global, menurut Economic Development Board.
Produsen chip asal Amerika Serikat, GlobalFoundries dan Micron Technology, menginvestasikan miliaran dolar untuk memperluas operasi mereka di Singapura, guna meraup keuntungan dari meningkatnya permintaan akan chip memori dan chip khusus yang digunakan dalam teknologi berbasis AI.
Wong menuturkan industri ini juga mengembangkan jaringan perusahaan rekayasa presisi dan pemasok peralatan, sementara ledakan AI turut membawa keuntungan bagi sektor lain, termasuk logistik dan layanan profesional. Ia menyebut perekonomian Singapura tumbuh sekitar 5% per tahun selama tiga tahun terakhir, termasuk tahun 2026, yang sebagian didukung permintaan terkait AI.